Kamis, 23 Februari 2012

Cinta Yang Nyata

Mengapa air mata harus ada di kehidupan manusia adalah hal yang patut dipertanyakan oleh banyak orang? Kalau Tuhan menginginkan umatnya tak bersedih, mengapa harus ada hati, mengapa harus ada air mata. Seperti sekarang saat aku menulis ini, saat air mata mengucur deras. Ku kirim suratku ini untukmu.

Sebulan yang lalu kamu menghubungiku, membuatku bahagia dengan ingatnya kamu sama aku. Tapi sekarang udah lebih dari sebulan, aku ga dapet telfon dari kamu. Kamu pernah bilang "jangan nunggu telfon dari aku ya, dey. Jalani hidup kamu." Malaikat juga tahu, bagaimana perasaan aku.
Hampaku mungkin tak kau rasakan. Hampaku dan hampamu berbeda. Aku sudah menguatkan diri untuk tetap tegar ditinggal olehmu. Kamu, maafkan aku karena aku sempat melupakanmu. Tapi sejujurnya, mengingatmu membutuhkan berliter air mata untuk keluar, dan aku tidak mau membuangnya setiap hari. Dibalik semua tawaku saat-saat ini, aku hanya menunggu bulan di saat kamu datang kembali ke Jakarta. Aku hanya ingin berbicara langsung dengan dirimu lagi. Namun, berapa tissue yang diperlukan untuk menghapus air mataku saat bertemu kamu nanti? Aku rindu kamu, mas. Rindu sekali.

0 komentar: